Berda’wah kepada Orangtua

Apakah  anda  seorang  anak?  Apakah anda  pun juga  seorang  aktivis  islam  yang mengemban da’wah islam?  Sudah berapa manusiakah  yang  tertunjuki  Islam  dimana  anda  sebagai  perantaranya?   Mungkin  ketiga  pertanyaan  ini  mampu anda jawab  dengan mantap.  Tetapi  tidak  demikian  ketika  yang  ditanya  adalah  tanggapan orang-orang  terdekat  terhadap aktivitas  da’wah  yang  anda  jalani.  Termasuk  orangtua.  Jawabannya  bisa  jadi  mengiris  hati,  ada  yang  orangtuanya  acuh tak acuh, ada  yang orangtuanya cukup  demokratis  dengan  memberikan  kebebasan  pilihan kepada  sang  anak namun  menolak  untuk  diajak  ber islam  secara  kaffah  , bahkan  ada  yang  menolak  secara  keras.  Walaupun  ada  yang  menanggapi  dengan  syukur  Alhamdulillah  karena  berhasil  menda’wahkan  ide  Islam  yang ia  yakini  kepada  orangtuanya.  Masalahnya,  kenyataan  yang  seperti  itu  sedikit  sekali.  Nah,  anda  di  range  yang  mana?

Menghadiahkan Doa Untuk Sang Anak

Sungguh  bangga menjadi orangtua. Membesarkannya  dan melihat  pertumbuhannya  dari  hari  ke hari merupakan pengalaman yang luar biasa. Ingin  rasanya mengapresiasi  segala  tingkah  polahnya  dengan  berbagai  hadiah yang anak  suka, mulai dari baju hingga  mainan  favoritnya.  Ummi, sebaiknya  kita  harus  mengetahui, mendoakannya  dengan  segala  kebaikan  merupakan hadiah  terbaik  untuknya  sepanjang  hayat. Tidak  semata-mata  memanjakannya  dengan  materi  dan  barang  berharga.Bahkan,  mendoakan anak bisa dilakukan dalam sela-sela aktivitas kita sehari-hari bersamanya.Tak mesti ketika sujud dalam shalat. Tak mesti dalam keheningan malam.

Continue reading

Doa Menjelang Persalinan

Detik demi detik  menyongsong  kelahiran  buah  hati  merupakan  momen-momen  indah, terutama  bagi  pasangan  yang  baru  pertama  kali  dikaruniai  calon  momongan. Khususnya  bagi  sang  ibu, bagaimana  tidak,  seluruh  perhatian  suami  tercinta  dan  seluruh  keluarga  tertumpu  pada  Ibu yang  telah  payah  mengandung janin  selama sembilan bulan itu.  Apalagi  ketika  saat-saat ‘kritis’  itu  tiba,  suami  yang  dengan  setia,  penuh  ketenangan,  penuh  perhatian  hadir  di sisinya. Menetramkan  hati  sang  istri  sekaligus  menguatkannya  dengan  doa.

Continue reading

Baby Bather, tempat mandi plus plus :)

Ceritanya Fatim dapat kado  dari teman kerja abinya waktu aqiqahan.  Alhamdulillah, baby bather…

sebenarnya sih saya sudah bisa mandiin Fatim sendiri sejak usianya tujuh hari. Jadi tanpa baby bather pun bisa. Sekali waktu saya nyoba mandiin Fatim  beralaskan baby bather itu tadi. Ow..ow… malah fatim ‘menolak dengan sangat keras’ … mungkin dia terbiasa mandi nyambi  berendam di air. Fatim kan tipe baby yang seneng banget ketemu air. Akhirnya, baby  bather  tercintanya  itu  tidak pernah lagi  digunakan untuk mandi, tapi  jadi tempat duduk  santainya  dia..

Continue reading

Separuh Agamaku, Penjaga Ketaatanku

Sekali-sekali, marilah kita bernostalgia, mengingat kembali momen  beberapa bulan yang lalu atau beberapa tahun yang lalu,  saat  ada  seorang lelaki  meminta  kita  kepada wali. Ketika ada seorang lelaki yang sebelumnya  asing dalam hidup, kini mengikat  kita   menjadi pasangan sejati untuk menghabiskan  separuh perjuangan hakiki.   Ikatan  itu, pernikahan  namanya.  Sungguh ini bukan perjanjian biasa,  mitsaaqan ghaliza, itulah yang  mengikat kita. Perjanjian yang kuat. Yang  disaksikan oleh Allah dan para malaikat.

Continue reading

Mengenalkan Allah Kepada Anak

Iqra’bismirabbikal-ladzi Khalaq. Setidaknya  ada  tiga hal  yang  perlu kita berikan kepada anak kita  saat mereka  mulai bisa kita ajak bicara  , sebagai pondasi bangunan kepribadiannya adalah keyakinannya kepada keberadaan Allah berikut sifat-sifat-Nya agar terbentuk kesadaran akan hubungannya dengan Allah, dan apa konsekuensinya. Tentu dengan tahapan pendidikan yang sesuai dengan usianya.  Menunjukkan dan membuktikan bahwa Allah ada, beserta sifat-sifat yang melekat pada-Nya kepada seorang anak balita bisa dilakukan melalui wasilah dan metode apa saja. Pada prinsipnya, mengenalkan Allah pada anak adalah membuat mereka percaya dan meyakini bahwa Allah adalah sumber dari segala sesuatu. Allah adalah sumber dari keberadaan ’apa saja’ yang mereka lihat, mereka rasakan, mereka kenal dan apa saja yang bisa mereka ketahui. Allah memiliki ’kehebatan’ dan kekuatan yang tidak dimiliki oleh makhluk manapun, dan sebaliknya Dia tidak memiliki sifat-sifat lemah apapun sebagaimana yang bisa dijumpai anak pada makhluk ciptaan Allah.

Continue reading

Bukan Abi, bukan Ummi , tapi Allah

Bagi orangtua  muslim, sudah  selayaknya  menjadikan  Al-qur’an  dan As-Sunnah sebagai  landasan  perbuatan.  Termasuk  dalam  hal  mendidik anak.  Menanamkan aqidah adalah  pendidikan dasar pertama yang harus  ditanamkan orangtua  kepada sang anak.  Karena  aqidahlah yang kelak akan menjadi  landasan   kepribadian sang anak  sekaligus  menjadi  pandangan hidupnya.  Bahkan sejak bayi lahir  ke dunia, yang pertama dilakukan orangtua adalah mengazankan ditelinga kanannya dan meng-iqomahkan  ditelinga kirinya.  Inilah salah satu  bentuk  penanaman aqidah yang pertama  kepada sang anak.

Anak  adalah anugerah yang luar biasa. Sepertinya  seluruh orangtua sepakat  akan hal itu.  Adalah wajar  jika ada hal terbaru mengenai  perkembangan sang anak, serta merta  orangtua  merasa  gembira.  Ketika sang anak baru  bisa  merangkak, berjalan,  tertawa, tak lupa orangtua  megabadikan momennya. Pun dalam hal  berbicara,  orangtua  tak  jarang  mengajari  sang  anak , “Ayo nak, panggil  ummi … yang  ini abi… ummi,abi “.  Begitulah  umumnya.  Rasa  bahagia pun meluap-luap  ketika kata yang pertama kali keluar  dari  mulut  kecilnya  adalah ‘ Ummiiii’,  atau  ‘Abiiiiii’.  Wajar  bila orangtua  bahagia. Namun, bijakkah seperti itu?

Continue reading